Minggu, 26 November 2017

Bussines Canvas Model (BCM)



Assalamualaikum Wb.Wb

Bussines Canvas Model. Mungkin di antara kita masih asing dengan kata tersebut. Bussines Canvas Model merupakan atau yang biasa disingkat dengan BCM ini dikembangkan oleh Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur. BCM konsep model bisnis yang rumit di ubah menjadi sederhana dalam satu canvas tanpa harus membolak balik lembaran demi lembaran untuk mengetahui konsep bisnis suatu perusahaan.
Bussines Canvas Mode dikembangkan dengan mempertimbangkan 9 blok utama yang harus diperhatikan dalam memetakan model bisnis. Kesembilan blok utama ini, semua terangkum dalam satu canvas 1 halaman.
Itulah yang membuat BMC unggul karena dengan kesederhanaannya yang hanya terdiri dari 1 halaman ternyata powerful untuk memberikan pemahaman model bisns secara utuh.
Berikut adalah kesembilan elemen yang berada dalam Bussines Canvas Model, yaitu :
1.      Costumer Segment
Dalam menjalankan sebuah bisnis, yang pertama harus dilakukan perusahaan harus menetapkan siapa saja yang harus dilayani atau dijadikan sebuah target pasar.

2.      Value Proposition
Solusi sekaligus promosi bagaiaman produk dapat dikenal baik oleh masyarakat.

3.      Channels
Siapa saja yang akan membantukan dalam memproduksi dan endistribusika produk.

4.      Costumer Relantionship
Yaitu bagaimana cara berinteraksi serta menjaga hubungan baik dengan konsumen.

5.      Revenue Streams
Yaitu cara suatu perusahaan menghasilkan uang dari produk yang dihasilkan.

6.      Key Resources
Apa saja sumber yang harus dimiliki untuk menjalankan proses produksi perusahaan.

7.      Key Activity
Aktivitas atau strategi kompetitif yang dilakukan perusahaan untuk menciptakan vaue propositionnya.

8.      Key Partnership
Yaitu siapa partner yang mendukung perushaan supaya selalu kompetitif.

9.      Cost Service
Yaitu factor-faktor yang membentuk biaya yang harus dikeluarkan.


Sekian yang dapat saya share kepada teman-teman
Semoga bermafaat

Wasslamualaikum Wr.Wb

Simon Sinek "Start With Why"



Assalamualaikum wr.wb

Pada kesempatan kali ini saya mempunyai topic tentang Simon Sinek, Bagaimana untuk memulai suatu bisnis. Kebanyakan orang atau organisasi memulai suatu bisnis dengan “Bagaimana cara mereka melakukan”, tetapi sedikit dan bahkan hamper tidak ada yang memulai dengan “mengapa mereka melakukannya”.
Dalam penjelasan Simon Sinek dalam video yang saya tonton Ia memberikan sebuah contoh tentang Apple. Mengapa Apple sangat inovatif? Tahun demi tahun selalu berkembang. Padahal mereka hanya perusahaan computer biasa, tapi mereka selalu memiliki hal yang berbeda.”kami membuat computer hebat. Computer ini didesain dengan indah, sederhana dan mudah digunakan. Anda mau beli ? tidak” begitulah kebanyakan dari kita berkomunikasi. Begitulah kebanyak pemasaran dan penjualan dilakukan. Kita mengatakan apa yang kita lakukan, sebuah pembelian, hak milih-memilih, dan sebagainya. Jika seseorang mengatakan bahwa kami mempunyai pengacara terbaik dengan klien terbesar. Kami selalu memberikan yang terbaik bagi klien kami. Maka ia mengatakan bahwa hal-hal itu tidak inspiratif.
Mengapa? Coba saja kita lihat dari perusahaan Apple, Apple sbenarnya berkomunikasi. “ Semua yang kami lakukan, kami percaya dalam menantang status quo.kami percaya dalam berfikir secara berbeda. Cara kami melawan status quo adalah kami mendesain produk kami dengan indah sederhana dan mudah digunakan. Kami baru saja membuat computer yang sangat hebat. Anda mau membeli? Sangat berbeda kan? Anda siap membeli komouter dari saya. Yang saya lakukan adalah membalik urutan informasi.Simon Sinek mengatakan itu membuktikan bahwa orang tidak membeli apa yang anda percayai. Hal ini tentu sangat penting untuk teman-teman ketahui.
Oleh sebab itu tujuan seseorang berbisnis itu bukanlah untuk berurusan dengan semua orang yang membutuhkan sesuatu yang anda miliki, akan tetapi tujuannya adalah berurusan dengan orang-orang yang percaya dengan apa yang kita percayai.
Golden Circle berdasarkan prinsip bioogi, jika anda melihat keadaan belahan otak manusia dari atas, otak manusia sebenarnya bisa dibagi dalam tiga bagian utama yang berhubungan dengan lingkaran emas. Di Neocortex (bagian luar otak) mewakili tingkatan “APA”. Neocortex bertanggung jawab untuk segala pemikiran anlistis dan rasional serta kemampuanh bahasa. Dua bagian tengah adalah system otam limbic. Limbic bertanggung jawab untuk perasaan kita, seperti kepercayaan dan kesetiaan. Limbic juga mengatur semua perilaku manusia dalam mengambil keputusan, tidak ada hbunganya dengan bahasa. Dengan kata lain, saat kita berkomunikasi dari luar ke dalam, orang mengerti banyak informasi yang sulit seperti fitur, keuntungan fakta, dan angka. Tapi tidak menggerakan perilaku. Saat kita sedang berbicara secara langsung dengan bagian otak yang mengendalikan perilaku, lalu orang akan merasionalisasikannya dengan benda yang kita katakana dan melakukannya. Inilah asal keputusan yang berani. Sewaktu-waktu anda bisa memberikan semua fakta dan angka. Karena tujuan dari sebuah bisnis bukan hanya mempekerjakan orang yang membutuhkan pekerjaan. Tapi, tujuan untuk mempekerjakan orang percaya apa yang kita percayai.
Dari wawancara Simon Sinek, kita bisa mengambil sebuah pelajaran yang dimana ketika kita ingin memulai suatu usaha, kita harus mulai dengan mengapa kita membuat sebuah usaha, bukan apa dan bagaimana kita melakukannya. Karena dari mengapa kita bisa tahu apa yang dibutuhkan oleh masyarakat dan kita bisa tahu kenapa kita ada untuk membuat usaha.

Sekian.
Wassalamualaikum….

SKB produk Kec. Empang



Assalamualaikum wr.wb

Pada kesempatan hasil kali ini, saya akan memberikan informasi mengenai hasil dari hasil observasi yang saya lakukan bersama teman-teman kelas saya. Kami melakukan observasi Studi Kelayakan Bisnis yang dimana Wilayah Kec. Empang menjadi tempat tujuan kami untuk melakukan observasi Studi Kelayakan Bisnis.            
Pada hari Sabtu, 18 November 2017 kami melakukan observasi di tiga tempat yang berbeda, yang pertama itu Produksi Terasi di Desa Labuhan Bontong. Produk terasi tersebut dikelola oleh UMKM di desa setempat yang berdiri tahun 1994. Dari hasil wawancara yang kami lakukan ada dua cara dalam menangkap udang yang menjadi bahan dasar dari terasi. Cara pertama yaitu menggunakan bagang. Bagang merupakan alat untuk menangkap beberapa hasil laut terutama udang dan cara yang kedua yaitu menggunakan kelambu. Dari kedua cara tersebut yang menghasilkan produk terasi yang paling bagus itu menggunakan kelambu, karena udang tangkapan hasil cara itu hasilnya bisa langsung diproduksi.
UMKM yang kami observasi ini masih melakukan proses produksi nya dengan cara manual. Usaha ini sudah mendapatkan bantuan oleh binaan BPUKD seperti penambahan alat mesin produksi mesin. Namun hasil produksi terasi dari mesin menciptakan cita rasa ters=asi yang pahit. Kendala yang dihadapi dari usaha ini adalah pengadaan bahan dan siasat untuk stok bahan. Kemudian untuk  masalah pemasaran  terasi ini di distribusikan ke pasar-pasar dan sudah sampai ke luar daerah Empang bahkan Sumbawa. Produk terasi ini juga dapat langsung dibeli di tempt pembuatan terasi. Harga dari terasi ini beragam. Untuk yang kemasan kecil dibandrol dengan harga yang cukup terjangkau oleh masayrakat sekitar Labuhan Bontong dan Dusun lainnya tempat didistribusikannya terasi ini. Harga dari terasi tersebut kisara Rp.5000 – Rp.10.000. Sedangkan untuk yang ukuran besar dibandrol dengan harga 2,5 juta.
Kemudian observasi berikutnya kami lakukan di tempat produksi Garam yang dimana produksi Garam ini satu-satunya yang ada dipulau Sumbawa. Dluas lahan pembuatan garam ini seluas 250 hektar. Proses pembuatan garam dibagi menjadi dua yaitu dengan menggunakan terpal atau giosator yang diberikan oleh pemerintah. Hasil produksi garam dari terpal garamnya halus seperti garam beryodium, sedangkan hasilgaram dengan cara manual itu hasilnya kasar dan kehitaman. Proses pembuatan garam itu dilakukan dengan bertahap. Yang pertama  air laut ditampung hingga kadar airnya mengalami penuaan dengan diagnose terbaik 12-25 derajat. Ketika sudag mengalami penuaan air laut tersebut dipindahkan ke lahan pembuatan yang telah disediakan dan kemudian air tersebut dibiar mengkristalisasi. Saat air laut sudah mengkristal dan mengeras baru kemudian hasil garam itu di kumpulkan petani dan mengepulnya di balai penanmpungan atau orang sana menyebutnya kelontang. Herga garam perkarung  yang beratnya mencapai 50kg sebesar RP. 75.000. kemudian kendala yang yang dihadapi oleh usaha ini adalah ketika cuaca yang tidak mendukung dapat mengganggu proses produksi.
Dan kemudian observasi terkhir yang kami lakukan itu di tempat pembuatan Kerupuk Atum yang berada di wilayah Empang Bawah Kec.Empang. bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan krupuk atum ini yaitu ikan yang memiliki darah yang sedikit seperti ikan Tenggiri dicampur dengan tepung tapioca. Dalam pemasarannya, krupuk atum sudah tersebar di berbagai macam supermarket dan keluar daerah Sumbawa. Harga dari satu bungkus kerupuk atum itu senilai Rp.5000 sampai Rp.10.000.

Demikian informasi mengenai hasil observasi yang saya lakukan brsama teman-teman saya. Semoga bisa menjadi manfaat bagi kita semua

Wassalamualaikum wr.wb

RENTIST ( Aplikasi yang mempermudah Usaha Rental )

Assalamualaikum. Ngapain beli ? Rental Aja!! Mungkin dari para pembaca belum pernah mendengar kata-kata di atas. Kata-kata atau sloga...